Penyelamat - Prolog
![]() |
Gadis itu hanya terpaku melihat jasad bundanya sudah tertimbun tanah. Tak ada setetes air mata yang jatuh dari matanya. Tatapannya nanar dan kosong, siapapun yang melihatnya pasti ingin memeluknya. Tak ada bedanya dengan mayat hidup.
Angin yang berhembus seakan ingin ikut menceritakan pedihnya hidup yang ia hadapi. Zaira namanya. Ayahnya telah meninggal bertahun-tahun yang lalu. Takdir seakan tak pernah membiarkan Zaira bahagia. Kini Zaira hidup sebatang kara, ia begitu hancur. Dia tidak tahu lagi dimana harus menempatkan hatinya, yang ia tau perasaannya sudah mati ikut bersama kebahagiannya yang dihapus takdir.
Tak jauh dari tempat Zaira berdiri, ada sepasang bola mata yang menatapnya iba. Seseorang yang sebenarnya ingin sekali berlari dan memeluk Zaira agar ia bisa sedikit saja membagi kepedihan miliknya. Dia Aylan. Lelaki yang sejak lama mengagumi dan menjadikan Zaira permata hatinya.
Dihampirinya Zaira yang tetap terpaku dan terus menatap kosong ke pusara bundanya. "Menangis saja, jangan simpan kesedihanmu sendiri, Zaira. Bagi sedikit rasa sakit itu kepadaku. Aku ikhlas, Zaira." Begitu ucap Aylan sembari menggenggam tangan Zaira yang pucat dan dingin. Zaira menatap mata Aylan. Menit berikutnya ia memeluk erat Aylan, seakan tak ingin melepaskannya lagi. Zaira meratap sejadi-jadinya, sekeras-kerasnya, sepilu-pilunya. Dengan lembut Aylan membalas pelukan Zaira, kemudian mengelus kepalanya agar gadis itu mendapatkan ketenangan yang dirindukannya.
...


Comments
Post a Comment